Latest Post


LINTASCOPAS.COM, Jakarta - Usai Quick Count, tagar #INAelectionObserverSOS tiba-tiba menjadi topik terpopuler di dunia. Tak tanggung-tanggung, tagar ini menempati posisi nomor satu dunia dengan jumlah puluh ribuan cuitan.

Tagar ini dimulai dari asumsi netizen tentang serangan siber ke Indonesia karena pemilu. Netizen berasumsi sebuah video yang katanya menggambarkan serangan siber ke Indonesia itu meretas situs KPU dan membuat perubahan hasil data pemilu 2019.

Sehingga para warganet meminta bantuan agar 'menyelamatkan' Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, pengamat keamanan siber dan peneliti Drone Emprit Ismail Fahmi mengatakan video peta realtime serangan siber bukan mengindikasikan server milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) diretas. Menurutnya tagar tersebut muncul bukan karena serangan siber, tetapi karena dugaan kecurangan yang dimonitor oleh pendukung 02.

Spekulasi itu dicuitkan oleh salah satu akun Twitter @MSApunya yang menuduh server KPU diserang oleh peretas bayaran. 

"Jadi sekarang kalau dilihat trennya soal server KPU, itu lagi naik. Ada tanda kekalahan menurut Quick Count, maka nya isu-isu yang lain dimunculkan terkhusus serangan KPU dihack dan seterusnya cuma tidak seramai sebelumnya," kata Ismail saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (17/4).

"Jadi, itu [video peta realtime Kaspersky Lab] serangan di dunia itu terus menerus terjadi setiap detik dan ada perusahaan-perusahaan anti virus yang mereka bisa menangkap itu secara hampir realtime. Serangan virus itu kan isinya cyber attack atau serangan siber."

Menurut Ismail, jurus yang digaungkan oleh sejumlah pendukung paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Twitter bertujuan untuk membuat kekhawatiran terhadap kinerja KPU yang saat ini tengah melakukan perhitungan suara.

"Caranya gimana? Cara yang paling gampang mereka tunjukkan adalah pakai tampilan-tampilan teknis yang seolah hacker dan yang paling menarik buat awam itu sebetulnya bentuk animasi," jelasnya.

Menurut laman resmi Kaspersky Lab, Indonesia menduduki peringkat ke-9 negara yang paling banyak mendapatkan serangan siber sebanyak 306.485 serangan. 

Sedangkan yang menduduki puncak serangan siber terbesar adalah Rusia, yang memperoleh serangan siber sebanyak 4.962.971 serangan. Disusul China di peringkat kedua, Vietnam, Jerman dan Amerika Serikat. 

Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 telah diselenggarakan kemarin (17/4). Pemilu 2019 kali ini dilakukan secara serentak mulai dari calon anggota legislatif (caleg) tingkat kota/kabupaten, provinsi, pusat, perwakilan daerah, hingga pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Namun, hasil akhir dari pemilu 2019 ini akan diumumkan secara resmi oleh KPU pada 22 Mei mendatang.


Situs : lintascopas.com
Sumber: cnnindonesia.com


LINTASCOPAS.COM, Jakarta - Penetapan hasil hitung cepat (penghitungan cepat) yang mengunggulkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin menuai kontroversi. Selain muncul kecurigaan terjadi perubahan pada hasil perhitungan cepat, pada saat terjadi terjadi juga interaksi komunikasi di antara tim pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi juga menyatakan tidak percaya pada hasil hitung cepat tersebut. BPN meminta rakyat Indonesia tidak terpancing dengan hasil penghitungan yang tidak bisa diukur dari Pilpres 2019. BPN tetap berpatokan dengan penghitungan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Direktur Relawan Nasional BPN Prabowo-Sandi, Mustofa Nahrawardaya mengatakan, ada yang tidak beres pada proses penghitungan quick count. Bersamaan dengan penghitungan hasil quick count, tim BPN juga diserang setiap menit melalui alat komunikasi masing-masing.

Situs : lintascopas.com

Berikut Keterangan Mustofa lewat video yang viral di media sosial:




LINTASCOPAS.COM, SULBAR - Ketua Bhayangkari Pengurus Daerah (PD) Sulbar ST. Asiya Baharudin Djafar turut menggunakan hak pilihnya memilih calon Ligislatif dan Presiden/Wakil Presiden andalannya, Rabu (17/4/19) pagi ini.
Kabid Humas Polda Sulbar AKBP HJ. MASHURA menyampaikan bahwa 
Hal ini dilakukan sebagai bentuk dan upaya untuk mendukung dan menyukseskan pemilu serentak demi Indonesia yang lebih sejahterah serta makmur.

Menurut Ibu ST Asiya, turut menyuarakan pilihan dengan mencoblos pilihan di TPS adalah bentuk dukungan terbaik kita sebagai warga negara yang baik, karena hak pilihan yang diberikan akan menentukan masa depan bangsa 5 (lima) Tahun kedepan.


"Proses pemilihan ini memang tidak lama namun akan menentukan masa depan bangsa yang kita cintai yaitu Indonesia, jadi pilih yang terbaik menurut anda," tuturnya.

Terkait dengan hal tersebut ibu ketua Bhayangkari PD Sulbar juga berpesan kepada seluruh masyarakat Sulbar agar jangan lupa ke TPS memberikan Hak pilihnya dan yang terpenting jangan terprovokasi, "pilihan itu hak, tapi tujuan bersama untuk indonesia lebih baik harus sama," tuturnya.

Nampak di Jl. Musa Karim tepatnya di depan Masjid Marmatunnaja TPS 20, Ibu Ketua Bhayangkati PD Sulbar ikut mencoblos. "Ayo Nyoblos karena nyoblos itu keren."

(HMS/SM).

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.